[#Key] Termangu

Kalau saja kamu bisa kasih aku kesempatan. Kali ini saja simaklah semua alasan aku untuk tetap ingin dekat denganmu, bahkan aku ingin itu bisa terjadi selamanya. Agar aku bisa selalu ada di setiap dekade kehidupanmu, menyimak fase demi fase apa yang terjadi dengan hidupmu, atau sekedar saling mendengarkan keluhan masing-masing sebagai teman dekat. Aku tahu ini adalah tentang kasih sayang, dari awal aku sadar itu. Tapi bukan berarti aku harus memilikimu dan berharap bisa bersama denganmu. BUKAN!

Aku selalu bilang sama kamu kan, bahwasannya aku bahagian dengan kehidupanku sekarang. Sangat bahagia! Malah aku enggan melepaskan apa yang sudah aku dapatkan dengan susah payah lalu menambahnya dengan kehadiran kamu. Tidak! Aku tidak seegois itu dan aku tidak akan pernah melakukan itu.

Skenario takdir yang patut aku syukuri. Duniaku yaa duniaku lalu duniamu yaa duniamu, Aku selalu bilang begitu kan? Namun apa yang terjadi? Kamu beranjak pergi lagi. Seperti dulu saat aku masih memiliki harapan yang tinggi sama kamu. Dan ternyata sakitnya juga sama persis rasanya seperti dulu. Sesak.. Seperti tersayat berkali-kali namun aku hanya diam termangu, sangat tidak berdaya untuk menahanmu.

Baru kemarin kamu menyalakan lilin untukku. Cahayanya memang nggak seberapa tapi ketika terjadi kegelapan maka cahaya lilin itulah yang bisa kuandalkan. Dan sekarang lilin itu kamu redupkan sendiri tanpa pernah aku temui lelehannya. Sementara lagi-lagi aku tidak dapat mencegahmu pergi, sama seperti aku tidak bisa menolakmu kembali.

Bekasi, menjelang akhir September 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s