Kekuatan Cinta Seorang Bunda

NB: Copy Paste status saya barusan di pesbuk. mumpung panjang jadi sekalian aja di posting di WP

Hari ini sebenarnya melelahkan. DItambah saya baru tidur jam setengah tiga pagi dan setelah subuh sudah gak bisa tidur lagi karena harus menyiapkan perlengkapan dan bekal Aliya sekolah. Iya, Aliya hari ini sekolah lagi setelah libur dua minggu karena sekolah Aliya di renovasi. Rencananya sistemnya juga berubah setelah tahun ajaran baru dan Alhamdulillah akan diberi ijazah jika nanti lulus dari sekolah itu. Jadi nanti Aliya Insha Allah akan saya sekolahkan di situ terus sampai SD (Iya, kalo gak pindah rumah).

Sebagai emaknya, saya senang dengar kabar itu. Sekolah Aliya dekat. Posisi pas di belakang rumah. Jadi kalo Aliya mandi pake acara ngadat pasti deh kedengaran sama Ibu Guru-nya (namanya juga #ngomplek) dan saya pun gak perlu jauh-jauh nganternya.

Walau pulang sekolah capeknya minta ampun tapi gak meruntuhkan tekad saya untuk langsung bereksperimen bikin pempek. Sengaja pager dan pintu saya kunci. Takut Aliya kabur main sementara emaknye malah sibuk ngerusuh di dapur heuheuheu. Berhasil tralala…. Pempeknya enak loh ternyata walau harus menyisakan gunungan piring kotor yang seabrek. Tapi puas. Selesai cuci piring, saya baru sadar kok dari tadi gak kedengeran suara Aliya. Oh rupanya dia ketiduran di depan TV setelah makan pempek. Kenyang ya nak hihihi. Diam-diam ngerasa bersalah juga sih gak sempet ngelonin Aiiya tidur siang.

Apakah saya ikut tidur? tentu tidak, saya malah sibuk nyiapkan bahan-bahan sayur sop untuk ntar sore. Aliya tadi pesan mau makan sayur sop ceker ayam, Kelar. Berhubung anaknya masih tidur yaa saya main game deh. Sebenarnya ngantuk tapi gak bisa tidur. hiks.

Jam 3 Aliya saya bangunin buat siap2 ngaji. Sembari ngurus Aliya, saya pun masak sayur sop karena Aliya nanyain pesenannya. Kelar semua masakan untuk hari ini, saya langsung cabut sama Aliya ke TPA.

Sore setelah ngaji waktunya Aliya dan emaknye main-main di luar rumah. Iyalah, di dalam terus juga bosen kali. Ma ghrib baru masuk kandang lagi eh salah rumah maksudnya. Sholat maghrib kelar, saya langsung menemani Aliya mengerjakan PR. Saya memang bikin aturan kalo setelah maghrib tidak boleh nonton TV atau pegang mainan sebelum mengerjakan PR. Alhamdulillah selama ini Aliya cukup bisa menerima ritme kedislipinan yang mulai saya terapkan.

Mungkin orang lain bilang saya sadis anak seusia Aliya sudah diterapkan dislipin. sudah di sekolahkan. sudah belajar ke TPA. Hal ini bukan tanpa proses. Iya sebuah proses dan konsekuensi dari keinginan Aliya sendiri untuk sekolah dan mengaji tanpa saya paksa. Sebuah proses yang berawal dari diskusi saya dengan Aliya serta komitmen kita berdua untuk bekerja sama antara ibu dan anak. Ketika Aliya gak mau sekolah atau mengaji pun tidak saya paksakan. Ketika Aliya gak mau bikin PR juga saya tidak memaksa. Makanya jika hari liburnya saya membebaskan Aliya bermain apapun tanpa waktu. Yang jelas, apapun kata orang, sayalah yang lebih tahu tentang Aliya dan bagaimana mengahadapinya.

Ngomong-ngomong ini status kok jadi panjang begini yaa kudunya mah nulis di blog hihi. Intinya begini, saya cuma heran sama diri saya, kok bisa yaa tidur hanya beberapa jam tapi malah dapat tenaga power untuk hari ini. Yaa anggaplah ini adalah The Power Of Love. Kekuatan cinta antara ibu dan anak, yang mungkin juga berasal dari senyuman sang suami sebelum berangkat kerja ciyee prikitiw :p

Advertisements

6 thoughts on “Kekuatan Cinta Seorang Bunda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s