Saat Kamu Siaga

Ini tentang kamu tiga tahun lalu. Kepedulian kamu di masa-masa kehamilan saya adalah salah satu kenangan termanis yang membuat saya bersyukur memiliki kamu. Sejujurnya saya merindukan masa seperti itu lagi. Saat ini jika saya memutuskan untuk mengulanginya lagi, akankah kamu akan bersikap sama seperti tiga tahun lalu? Entahlah tapi sampai sekarang kamu hanya berubah menjadi sosok dewasa yang lagi-lagi membuat saya bersyukur bahwa Allah memilih kamu sebagai teman hidup untuk saya.

Tiga tahun lalu sebulan setelah pernikahan, saya dinyatakan positif hamil. Bahagia? Mungkin kamu bahagia tapi saya malah tidak tahu saya bahagia apa tidak. Kondisi saya lemah pada saat itu seperti halnya wanita hamil muda pada umumnya. Saya pun baru merintis karir sebagai guru TK tapi saya berusaha menerima kehamilan ini. Kamu selalu bilang saya beruntung telah berstatus sebagai calon ibu, seorang wanita akan sempurna di mata siapapun kalau dia sudah menjadi ibu, kelak kamu akan mengerti. Itu katamu dulu ketika saya mengeluhkan kehamilan saya. Saat itu saya berubah menjadi sosok yang cengeng dan sensitif.

Kamu selalu sabar menghadapi mood saya yang labil. Menguatkan saya terhadap tekanan apapun itu. Jujur saya ingin bilang bahwa saya tidak bahagia dengan kehamilan ini. Bahwa saya membenci tubuh saya yang lemah. Namun melihat kamu yang selalu semangat menjaga saya, mulut saya menjadi terkunci untuk mengatakan ketidaknbahagiaan itu. Saya pasti kuat. Saya pasti bisa menghadapinya asal kamu selalu bersama saya.

255738_10150207099213213_6197112_n 11054834_10205419636384271_5726135006009185602_n

Kamu tidak pernah absen menemani saya kontrol setiap bulan. Bahkan selalu mengingat kejadian demi kejadian setiap bulannya dengan puisi. (baru kamu ketahui ternyata puisi-puisi tentang kehamilan dan kelahiran masuk dalam sebuah buku puisi kebanggaanmu.). Ternyata kamu sangat bahagia menyambut dan menantikan buah hati kita walau sebenarnya kamu risau mengenai kesehatan dan kesiapan saya menyambut anggota keluarga baru di istana mungil kita.

Pernah waktu saya ngidam dini hari – saat itu sudah pukul satu pagi lebih dikit – dan saya menangis karena harus “keturutan”saat itu juga kalau gak saya pasti merasa sakit hati sepanjang hari. Walau sangat mengantuk dan muka kesal kamu tetap saja jalan keluar mencari apa yang saya mau. Untung saja setiap apapun yang kamu belikan karena efek ngidam, saya selalu menghabiskannya. Ah saya juga nggak paham kenapa begitu. Diri saya menjadi keras jika menginginkan sesuatu. Mungkin ini efek hormon yang berlebihan. Begitulah kata bidan yang menangani kehamilan serta kelahiran saya.

Hingga tiba waktunya saya akan melahirkan. Kontraksi di hari pertama saya membiarkan ayah ke kantor itu juga saya yang memaksanya untuk tidak ambil cuti karena kontraksinya belum begitu sering dan sakit. Saya masih bisa mengerjakan aktifitas saya sebagai ibu rumah tangga. Baru kontraksi semakin sakit justru pas malamnya dan kamu besoknya pun langsung cuti. Siaga satu. Ketika proses persalinan pun kamu ikut menemani, memberi semangat dan rela ditabokin sama saya saking sakitnya.

Terima kasih sangat untuk kamu yang selalu ada hingga hari ini, saat ini, dan detik ini. Terima kasih telah menjadi ayah dan teman yang baik untuk Aliya. Semoga kamu diberi kesehatan dan kekuatan serta diberikan segala berkah untuk setiap langkahmu mencari nafkah untuk kami.

With Love,

Bunda dan Aliya

Keterangan foto:

Foto 1: Di depan rumah mama yang dulu masih di Menteng Dalam. Saya hamil enam bulan

Foto 2: kemarin saat mau ke Pangadegan, rumah budenya si ayah. Istirahat dulu di Sevel Gintung. Kata saya di foto ini kamu kayak Surya Paloh KW sekian hahaha 😉

Advertisements

3 thoughts on “Saat Kamu Siaga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s