Masakan Bunda Itu Enak Walaupun Sederhana

Pernah ditegur sama teman di dumay mengenai keputusan saya memakai jasa katering selama Aliya masuk sekolah, katanya

“Percayalah anak2 lebih menyukai masakan ibunya sesederhana apapun masakan kita.”

Saya tidak tersinggung karena ini juga termasuk berbagi pengalaman sesama emak2 yang full time mom. Apalagi teman saya ini juga memberikan tips2nya biar gak keteteran. Nanti akan saya terapkan kalo lagi rajin ditambah menu katering yang lumayan menggiurkan lidah jadi saya tambah malas hahaha.

Mungkin karena sudah bosan dengan menu katering yang menyusupkan daging2an kayak ayam, daging sapi, dan ikan dengan olahan lumayan mewah, saya jadi kangen menu sederhana masakan saya sendiri. Atau mungkin saya memang kangen masak? Entahlah mungkin sayanya juga lagi rajin. Segala kemungkinan bisa terjadi ahhh abaikan intinya cuma satu yaitu dari kemarin saya memutuskan untuk memasak sampai hari Minggu.

Kemarin itu saya hanya masak sayur asam sama ikan teri balado. Sorenya saya bikin cemilan sore buat ngopi, hangat2 di kala hujan kan enak tuh makan martabak telur lumpia. Mendukung banget suasananya. Romantis gimana gitu. Tapi boro2 mau meresapi suasana me time yang romantis, yang ada saya harus mengawasi Aliya yang sore2 kabur keluar rumah asik ngubek2 selokan rumah sama teman2nya mencari kecebong! (belakangan gue baru tau itu adalah KECEBONG dengan  berbagai macam nama daerah, iya kecebong anak katak itu. #MendadakJijay)

Back to topic! Nah malamnya ketika semua sudah beres, rumah rapih dan Aliya sudah selesai bikin PR plus ayah sudah pulang. Langsung makan malam. Ternyata semua lauk, sayur mayur bahkan nasi pun ludes. Abis bis bisss tanpa sisa. Nasi yang biasanya baru abis setelah makan siang besok bisa abis sodara-sodara (saya kalo masak nasi itu sore2 atau pas abis maghrib). Saya bengong.

Bengong, biasanya lauk katering juga gak sekalian abis gitu malah kadang2 sisa bisa buat sarapan besok paginya atau basi dibuang. Lah kok ini. Padahal itu belanja gak sampe 20ribu loh…

“Enak ya, yah?”tanya saya setengah gak percaya.

“Kalo gak enak yaa gak bakalan abis bun.”

“Enak kok bunda. Jagungnya enak nih. Besok kalo makan aku nambah lagi ya.”oceh Aliya sambil nunjukin jagung campuran sayur asam.

Waaahh berarti besok saya harus masak lagi. Mulai sekarang weekend kalo gak ada acara apapun saya wajib masak. Demi apaaa??? Demi pengiritan! #Eh #teuteup hahaha

Terima kasih ayah. Terima kasih Aliya

Advertisements

8 thoughts on “Masakan Bunda Itu Enak Walaupun Sederhana

  1. Memang. Sampai sekarang buat saya gak ada yang bisa mengalahkan masakan Ibuk saya Mba. 😀 Semangat!
    Steak ratusan rebu juga kalah kalo saya disuguhi pecel bikinan Ibuk 😛

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s